Update : Senin, 26/07/2010
 
Sorotan

Petrokimia Waralabakan Pupuk Organik

Untuk mempercepat pengembangan dan perluasan penggunaan pupuk organik, Petrokimia Gresik sebagai Badan Usaha Milik Negara terbesar di bidang pupuk akan mengembangkan pupuk organik (Petroganik) secara ekspansif secara waralaba. “Sebanyak 83 pabrik kita yang tersebar di seluruh Indonesia telah memproduksi Petroganik sejak tahun 2005”, ujar Direktur Utama, Arifin Tasrif, di sela-sela acara Seminar Nasional ‘Peranan pupuk NPK dan Organik dalam meningkatkan Produksi dan Swasembada Beras berkelanjutan’, di Bogor. 

Pengembangan pupuk organik ini untuk menekan penggunaan pupuk kimia oleh petani yang tidak lagi mengikuti pola pemupukan tunggal yang berimbang, yakni urea sebanyak 250 kg, ZA 100 kg, Superphos 100-150 kg, dan KCl sebanyak 75 kg. “Kita memproduksi Petroganik agar ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik bisa berkurang”, kata Arifin.

Arifin mengatakan penggunaan pupuk organik akan memberikan keuntungan ganda baik bagi petani ataupun penghematan pemerintah. Keuntungan bagi petani berupa peningkatan produktivitas padi karena kesuburan lahan meningkat. Selain itu, petani bisa menghemat penggunaan pupuk organik sebesar 10 %. “Dengan menggunakan dosis 500 kg per hektar dapat meningkatkan tambahan pendapatan petani sebesar Rp. 2.333.500 per hektar”, jelasnya.

Jika penggunaan pupuk organik ini berhasil dilakukan maka akan menghemat penggunaan pupuk subsidi urea atau non urea sebanyak 20 %. Ini berarti bisa menghemat 2,2 juta ton pupuk per tahun. “Dengan penghematan 20 % ini, petani bisa memiliki sisa dana untuk memupuk dengan harga yang sama dan stabil untuk penanaman berikutnya dan pemerintah bisa menghemat devisa sekitar Rp. 15 trilyun”, ujarnya.

Menolong Pemulung
PT. Petrokimia Gresik tak hanya berbisnis memproduksi pupuk organik melainkan juga membantu meningkatkan kesejahteraan para pemulung.

“Pembangunan pabrik pupuk organik yang terintegrasi dengan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah selain meningkatkan nilai tambah limbah sampah diharapkan juga memberikan dampak positif bagi kesejahteraan pemulung”, kata Direktur Utama PT. Petrokimia Gresik, Arifin Tasrif pada seminar Peranan Pupuk NPK dan Organik dalam Meningkatkan Produksi dan Swasembada Beras Berkelanjutan, di Bogor.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip