PEMUPUKAN BERIMBANG SAJA TIDAK CUKUP
Pemakaian dan pengembangan teknologi pupuk organik untuk peningkatan produksi dan swasembada pangan berkelanjutan, akan semakin diperluas dan dipercepat. Hal ini karena pemakaian pupuk berimbang saja tidak cukup.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbang), Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI), Ir. Gatot Irianto, MS, Ph.D pada Seminar Nasional ‘Peranan Pupuk NPK dan Organik dalam Meningkatkan Produksi dan Swasembada Berkelanjutan’ yang diselenggarakan PT. Petrokimia Gresik, di Bogor.
Percepatan pemakaian dan pengembangan pupuk organik ini tak lain untuk meningkatkan efisiensi pemupukan. Hasil penelitian Pusat Tanah dan Agroklimat Bogor mengungkapkan bahwa sebagian besar tanah pertanian di Indonesia mengalami penurunan kesuburan akibat penggunaan pupuk kimia, sehingga produktivitasnya menurun.
Kandungan unsur C organik pada sebagian besar lahan pertanian di negeri ini berada di bawah 2%. Padahal seharusnya lahan pertanian khususnya lahan sawah harus mengandung senyawa C organik sekitar 5%. “Sebagian besar lahan pertanian di Indonesia terutama sawah telah mengalami degradasi”, ujarnya.
Salah satu penyebab utama dari degradasi lahan sawah ini diakibatkan oleh kurangnya pemahaman petani dalam memahami fungsi bahan organik untuk mempertahankan kesuburan tanah dan pengaplikasian pupuk anorganik secara berlebihan untuk mendongkrak hasil panen.
Para petani selama ini mungkin menilai peningkatan pemakaian pupuk anorganik, seperti urea, TSP dan KCL secara terus menerus meningkatkan hasil panen mereka, padahal peningkatan hasil panen tidak sebanding dengan ongkos produksi yang telah dikeluarkan.
Hal ini perlu diantisipasi mengingat terjadi penurunan subsidi pupuk yang nantinya berpotensi menaikkan harga pembelian pupuk anorganik. Sebelum tahun 2010, anggaran subsidi pupuk sekitar Rp. 17 triliun, tapi pada tahun ini menjadi sekitar Rp 15,5 triliun, yang terdiri atas subsidi anggaran tahun 2010 senilai Rp 11,3 triliun dan tambahan dari anggaran APBN-P 2010 senilai Rp 4,2 triliun.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


