Awas Hati-hati ada Penyakit Bulai pada Tanaman Jagung Manis dan Hibrida
Pertanaman jagung yang tumbuh subur di areal lebih 100 ha yang menyebar di desa Sungai Bakar Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut Kalsel, sejak beberapa minggu ini nampak terserang penyakit bulai. Petani Wagino sebagai ketua Gapoktan Sinar Tani mengeluhkan serangan penyakit bulai yang menyerang tanamannya dan anggota. Sudah 2 kali ini menyulam benih jagung. Musim tanam tahun ini dengan curah hujan yang tinggi dan tidak teratur, membuat tanaman mudah terserang penyakit tersebut. Benih yang digunakan setiap tahun memang sama dari salah satu penyedia benih hibrida.
Untuk melihat gambaran bibit jagung yang berumur 3 minggu - 6 minggu sudah terekam saat kunjungan lapangan ke lahan mereka ( petani ). Sampai tgl 24 Desember pertanaman belum dapat diatasi, petani mulai berpikir untuk mengganti benih merek yang lain, atau bertanam sayuran, jenis palawija yang lain.
Pada tahun ini 2009, serangan penyakit bulai di desa ini dan di beberapa kecamatan lebih parah dengan intensitas serangan ringan – berat dan menyebar cepat. Sebagai ketua Gapoktan Sinar Tani dia harus mencari tahu penyebab dan resiko akibat serangan penyakit bulai. Apalagi dia dalam berusaha tani jagung untuk mendapatkan modal dengan meminjam di salah bank pemerintah melalui Kredit Ketahanan Pangan Energi ( KKP-E). Rata-rata menanam jagung lebih dari 2 ha ada yang mencapai 10 ha, tentu bila tanaman jagung gagal berapa rugi dan resiko yang harus diterimanya.
Lahan pertanian yang ditanami jagung memang berada di pegunungan dengan kondisi cuaca basah, kering serta kelembaban yang tinggi, sehingga memicu penyakit bulai berkembang lebih cepat. Pengetahuan petani tentang penyakit ini masih belum menguasai. Pemakaian benih hibrida, varietas yang sama pada areal tersebut.
Salah satu kendala penting dalam upaya peningkatan produksi jagung adalah gangguan biotis yang dikelompokkan menjadi dua, yaitu gangguan oleh makroorganisme yang dikenal dengan gangguan hama, dan gangguan oleh mikroorganisme yang disebut sebagai gangguan penyakit. Mikroorganisme penyebab penyakit dikelompokkan ke dalam tiga golongan yaitu cendawan, bakteri, dan virus. Jenis penyakit yang disebabkan oleh cendawan oleh bulai, bercak daun, hawar daun, hawar upih, karat daun, busuk batang, dan gosong bengkak. Jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri meliputi bakteri busuk batang, hawar/layu bakteri Goss, dan layu bakteri Stewart (Shurtleff 1980). Jenis penyakit yang disebabkan oleh virus adalah penyakit virus mosaik kerdil, penyakit virus kerdil khlorotik, penyakit virus mosaic jagung, penyakit virus gores, dan penyakit virus mosaik tebu (Wakman et al. 2001, Shurtleff 1980).
Untuk mengenal lebih jauh tentang penyakit bulai, berdasarkan bahan pustaka yang diperoleh melalui Balai Penelitian Sereal Maros, Sulawesi Selatan sebagai berikut:
Pengenalan Penyakit Bulai
Gejala
Gejala daun yang terinfeksi berwarna khlorotik, biasanya memanjang sejajar tulang daun, dengan batas yang jelas, dan bagian daun yang masih sehat berwarna hijau normal (Gambar 1a). Warna putih seperti tepung pada permukaan bawah maupun atas bagian daun yang berwarna khlorotik, tampak dengan jelas pada pagi hari. Daun yang khlorotik sistemik menjadi sempit dan kaku. Tanaman menjadi terhambat pertumbuhannya dan pembentukan tongkol terganggu sampai tidak bertongkol sama sekali.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


