Update : Senin, 26/07/2010
 
Kolom

DATA PERTANIAN

Ternyata sampai saat ini belum ada data akurat dan tepat tentang luas lahan pertanian baku di Indonesia. Jadi ketika para peneliti, pakar atau pejabat berbicara tentang luas lahan pertanian di Indonesia sebenarnya semua berbicara dengan data yang ‘kira-kira’ atau tidak akurat. Lucu dan aneh memang, negara yang sudah berpuluh tahun bangga menjadi negara agraris ternyata tidak memiliki data akurat lahan pertanian yang dimiliki.

Fakta aneh ini bisa dilihat pada data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian. Data BPS tahun 2009 menyebutkan luas lahan baku pertanian tercatat 8 juta hektar, sementara Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian menunjukkan luas lahan pertanian hanya 7 juta hektar. Bayangkan, dari dua lembaga ini saja ada selisih satu juta hektar. Bisa saja muncul perbedaan lebih besar bila kita konfirmasi dengan data lembaga lain.

Kenyataan ini memang sangat memprihatinkan. Ketidakakuratan data luas lahan pertanian jelas akan mempengaruhi perencanaan, strategi pengelolaan dan pencapaian target produksi berbagai produk pertanian. Bagaimana mungkin bisa membuat perencanaan yang baik bila data mentahnya tidak akurat? Bagaimana mungkin bisa membuat target produksi tepat sasaran, kalau ternyata luas lahan tanam saja tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Bagaimana mungkin bisa meraih swasembada pangan kalau ternyata data luas lahan tanamnya hanya ’kira-kira’.

Sebenarnya ketidakakuratan data bukan hanya terjadi pada data luas lahan pertanian saja. Kita semua tahu hampir semua data pertanian, baik itu luas lahan tanam, potensi produksi, hasil produksi dan berbagai data lain layak diragukan keakuratannya. Proses panjang pengumpulan data dari ’bawah’ hingga ’atas’ membuat akurasi data sangat lemah. Petugas di lapangan yang cenderung asal mengisi data juga menjadi penyebab lemahnya data yang terkumpul. Selain itu, terbatasnya sarana transfer data juga menyebabkan data yang terkumpulkan tidak aktual lagi.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)
 

Arsip